Majalah..

Ini murni sebuah pos untuk memenuhi panggilan menulis satu minggu satu cerita, dan tema awal bulan ini adalah Majalah. Kenapa di awal pos ini saya terlihat tidak terlalu bersemangat? Karena memang demikian, saya seperti seorang koki yang tetiba kehilangan sensitivitas di area indera pengecap nya. Buntu, mati rasa. Kalau saya mati gaya. Begitu malas untuk … Lanjutkan membaca Majalah..

Iklan

Palala… Ampun Ma….

"Iiiiiiiiiinnnnn... Pulaaannggggg" Teriakan itu menggema seantero negeri. Bagaimana tidak. Rumah kami ada di lereng pegunungan. Saya bermain jauh dari rumah, yang tempatnya di bagian lembah, dikelilingi pesawahan di kiri kanannya. Dekat dengan kali kecil yang penuh bebatuan. Sementara rumah ada di area yang lebih tinggi. Satu teriakan keras dari Ibunda langsung disahut echo dan disambut … Lanjutkan membaca Palala… Ampun Ma….

Sesal tak berujung…

Kemarin malam di perjalanan pulang, sambil berboncengan, saya dan Paksu asyik membahas mau makan malam apa, tiba-tiba dikejutkan dengan hujan yang lumayan deras. Bergegas menepi dan memasang jas hujan. Bandung memang rutin diguyur hujan 2 bulan ini. Tak lama kami melanjutkan perjalanan kembali. Hari itu kami menggunakan rute Ujung Berung, hari lain kami lewat rute … Lanjutkan membaca Sesal tak berujung…

Si Bolang

Ini foto Dede Keenan lagi ngebolang, istilah kekinian, untuk anak-anak yang senang bermain di alam, tidak melulu di rumah. Tidak jauh sebenarnya, masih di depan rumah, hanya saja Dede sama sekali tidak merasa risih dengan belaian ilalang, sengaja mencari belalang, kumbang kepik atau capung. Apapun hasil tangkapannya langsung dibawa pulang, "dipiara" sejenak saja, karena segera … Lanjutkan membaca Si Bolang

Hidden stupidity

Mengakui kebodohan itu sulit. Kata mengaku saja adalah sebuah perbuatan yang memiliki tingkat kerumitan kelas tinggi. Apapun itu, mengakui kesalahan, kebohongan, kebodohan diri sendiri atau mengakui kelebihan orang lain, sama saja, membuat kaku lidah, dan leher untuk sekedar mengangguk lemah. Saya seorang yang plinplan, dari kecil saya tidak terlatih untuk mengambil sebuah keputusan. Boleh dibilang … Lanjutkan membaca Hidden stupidity

Sara’ah sudah pergi… #1

Sara'ah seorang wanita keras hati. Keras hidup yang menempanya, kerasnya ia terhadap diri sendiri. Agar kuat, berdaya menjalani nasibnya. Piatu dari belia disusul oleh kehilangan ayah dan neneknya, harus menjalani hidup bertiga dengan abang ke-2 dan ke-6. Ia sendiri anak ke-7. Sisanya, almarhum, lebih dulu diambil sang Maha Kuasa. Pelik, perih hidup di jaman penjajahan … Lanjutkan membaca Sara’ah sudah pergi… #1