Tempat makan nostalgia

Hari Minggu serunya ngobrolin soal makanan enak ya. Apalagi Bandung diguyur hujan deras dari tadi siang, makan mie baso super pedas plus minuman hangat mantul pisan lah. Tapi saya sedang tidak ada bahan cerita soal baso enak kali ini. Hari Rabu kemarin, saya dan Paksu pulang bareng pakai motor seperti biasa. Melewati rute tengah kota … Lanjutkan membaca Tempat makan nostalgia

Iklan

Belum saatnya dia kawin..

Entah hari apa waktu itu, yang saya ingat adalah saya tidur awal malam itu, tapi kemudian di sela tidur ada suara gaduh yang mengusik keheningan malam. Saya tertidur di ruang tengah di depan televisi malam itu, begitu mata melek saya langsung mencari sumber suara. Sambil berusaha mengumpulkan kesadaran, lamat-lamat saya menyadari ada pemandangan aneh di … Lanjutkan membaca Belum saatnya dia kawin..

Lorong

Kebiasaan baru. Seorang diri duduk di lorong Gramedia. Menunggu. Masuk ke dalamnya dan melirik jajaran rapi buku tak semenarik dulu lagi. Menelusuri rak, menyentuh relief di cover buku, mencium aroma lembaran kertas. Kadang bersyukur jika ada tangan jahil yang sudah membuka plastik pembungkusnya. Bisa mengintip daftar isi dan potongan cerita di dalamnya. Saya tidak lagi … Lanjutkan membaca Lorong

Hidden stupidity

Mengakui kebodohan itu sulit. Kata mengaku saja adalah sebuah perbuatan yang memiliki tingkat kerumitan kelas tinggi. Apapun itu, mengakui kesalahan, kebohongan, kebodohan diri sendiri atau mengakui kelebihan orang lain, sama saja, membuat kaku lidah, dan leher untuk sekedar mengangguk lemah. Saya seorang yang plinplan, dari kecil saya tidak terlatih untuk mengambil sebuah keputusan. Boleh dibilang … Lanjutkan membaca Hidden stupidity