Hujan…

Dulu saat berjalan-jalan menggunakan kaki dan angkutan umum, kita begitu menikmati kesahajaan itu. Hujan yang mengotori kaki dan celana, payung kecil yang dipakai berdua sekedar menutupi kepala. Berlari kecil saat turun angkutan, berjalan pelan menyusuri pertokoan. Semua terasa indah. Kau berandai-andai bisa punya kendaraan motor sendiri, lelah merasa remeh saat harus meminjam dari teman. Juga … Lanjutkan membaca Hujan…

Iklan

Oase..

Hujan, sendu kudengar riuhnya Deraskah?  Tidak, dia turun dengan anggun, menari-nari di tengah lapang luas Savana menyambut riang, menyegarkan oase di tengah padang pasir Hujan selalu saja menggelitik ruang memori, menelusuri kenangan.  Setiap tetesnya, rintik kecil, gerimis, genangan, banjir, luapan, arusnya berbanding lurus dengan derasnya kenangan. Hujan, berkah yang Maha Kuasa, anugerah yang Maha Besar