Bersyukur menjadi pelupa

"Aish sebuah keburukan yang kau syukuri, macam tiada nikmat lain yang kau dapat" "Biarlah, eloklah aku ini pelupa." "Kau lupa, aku yang susah, banyak barang yang tak bisa kau ingat, aku yang pusing mencari." "Baru barang Tuan, aku lupa mulut engkau yang merepet ini lah yang aku syukuri, aku lupa siapa yang buat aku sakit … Lanjutkan membaca Bersyukur menjadi pelupa

Iklan

Lari..

"Huftt.... " Helaan nafasnya terasa berat. Sepanjang 30 menit setelah sambungan telepon berakhir, tidak ada suara lain yang mengusik keheningan di kamar itu. Ruangan yang tidak seberapa besar itu kini terasa menyempit, mengurungnya dalam cairan kepahitan. Matanya terasa panas. Tak hendak menetes, hanya menggenang saja. Sudah 5 tahun sejak airmata nya pernah bercucuran, baru kali … Lanjutkan membaca Lari..

Me………… Auw 🐈

Sampai hari keenam ini saya masih saja posting blog malam hari. Kalau hari kerja ya memang waktunya tidak bisa kompromi. Ini hari Minggu tetap saja, sibuk 😅. Sibuk kepo-in postingan yang lain, hehehe. Kebiasaan nih, niat hati sih ingin blogwalking tapi malah jadi minder dan bingung sendiri akan menuliskan apa disini. Kekepoan ini menyiksaku melemahkan … Lanjutkan membaca Me………… Auw 🐈

Jodoh.. #4

Pulang... Tak ada musik apapun yang mampu mengurangi linu dihatiku. Kata pulang pun tak menjadi obat penenang. Ibu di rumah, tak akan sanggup aku menjawab segala tanya yang akan terlontar. Berputar putar tanpa tujuan pun melelahkan, tepat saat aku istirahat di sebuah pos, seorang kawan melewatiku. Tatapan tak yakin awalnya lalu dia berbalik memastikan. Kawan … Lanjutkan membaca Jodoh.. #4

Jodoh.. #3

Tanpa sempat mengganti pakaian, lelah di perjalanan pun tak dirasa, aku terus berjalan, tujuanku satu, rumahmu. Aku tidak mungkin menuruti pintamu, aku ingin kejelasan. Dua tahun kebersamaan kita, aku dan keakuanku, kamu dan kemanjaanmu, kita dan semua impian ini mengawang di pelupuk mata. Windi, apa yang membuat hatiku gundah seperti ini. Langkahku gontai, mata berat, … Lanjutkan membaca Jodoh.. #3

Jodoh.. #2

"Jemput!" Singkat saja isi pesanmu, getar ponsel membuatku mengalihkan perhatian dari obrolan kami sore itu. Perlu waktu beberapa menit untuk mencerna satu kata ini. Kenapa kau minta aku menjemput, mungkinkah hanya salah kirim, dan kenapa sekarang? Kemana saja engkau selama ini? Apa kabarnya pria itu? "Kenapa Riz? Pesan dari siapa?" tanya Dimas. "Dari Windi... minta … Lanjutkan membaca Jodoh.. #2

Jodoh.. #1

Saat kamu bilang tunggu, aku mengangguk. Engkau tau itu. Aku diam pun hatiku yang mengiyakan. Selalu seperti itu. Engkau adalah pusaran orbitku, hidupku melulu mengitarimu, secara sadar atau tidak. Sekali waktu saja aku pergi bukan menjauh, hanya pelesiran bersama beberapa kawan. Kali itu aku yang memintamu untuk menunggu. Sepulangnya nanti akan segera kuajak orang tua … Lanjutkan membaca Jodoh.. #1