Kencan susulumput…

Senin malam seperti biasa, saya dan Paksu pulang bareng pakai motor. Dan selalu di jam makan malam. Lapar. Apalagi siang hari itu cukup melelahkan dan saya tidak makan siang dengan baik alias kurang puas dan kenyang hehehe. Jadi sambil jalan, kami ngobrol random dan pilih-pilih mau makan malam di mana. Biasanya pilihan jatuh pada warteg, … Lanjutkan membaca Kencan susulumput…

Iklan

Babak baru..

Alhamdulillah wa syukurilah. Pasangan hidup memang ketentuan absolut Allah. Tiada orang yang dapat memprediksi siapa yang nantinya akan menjadi mitra rumah tangga, kekasih hati jua separuh jiwanya. Ini tentang seorang gadis si anak ketiga, yang periang, keras kepala dan care taker bercampur menjadi satu. Ia gadis yang paling ramai dengan sendirinya, maksudnya tak perlulah beramai … Lanjutkan membaca Babak baru..

Lari..

"Huftt.... " Helaan nafasnya terasa berat. Sepanjang 30 menit setelah sambungan telepon berakhir, tidak ada suara lain yang mengusik keheningan di kamar itu. Ruangan yang tidak seberapa besar itu kini terasa menyempit, mengurungnya dalam cairan kepahitan. Matanya terasa panas. Tak hendak menetes, hanya menggenang saja. Sudah 5 tahun sejak airmata nya pernah bercucuran, baru kali … Lanjutkan membaca Lari..

Sesal tak berujung…

Kemarin malam di perjalanan pulang, sambil berboncengan, saya dan Paksu asyik membahas mau makan malam apa, tiba-tiba dikejutkan dengan hujan yang lumayan deras. Bergegas menepi dan memasang jas hujan. Bandung memang rutin diguyur hujan 2 bulan ini. Tak lama kami melanjutkan perjalanan kembali. Hari itu kami menggunakan rute Ujung Berung, hari lain kami lewat rute … Lanjutkan membaca Sesal tak berujung…

Hujan…

Dulu saat berjalan-jalan menggunakan kaki dan angkutan umum, kita begitu menikmati kesahajaan itu. Hujan yang mengotori kaki dan celana, payung kecil yang dipakai berdua sekedar menutupi kepala. Berlari kecil saat turun angkutan, berjalan pelan menyusuri pertokoan. Semua terasa indah. Kau berandai-andai bisa punya kendaraan motor sendiri, lelah merasa remeh saat harus meminjam dari teman. Juga … Lanjutkan membaca Hujan…

Jodoh.. #4

Pulang... Tak ada musik apapun yang mampu mengurangi linu dihatiku. Kata pulang pun tak menjadi obat penenang. Ibu di rumah, tak akan sanggup aku menjawab segala tanya yang akan terlontar. Berputar putar tanpa tujuan pun melelahkan, tepat saat aku istirahat di sebuah pos, seorang kawan melewatiku. Tatapan tak yakin awalnya lalu dia berbalik memastikan. Kawan … Lanjutkan membaca Jodoh.. #4

Jodoh.. #3

Tanpa sempat mengganti pakaian, lelah di perjalanan pun tak dirasa, aku terus berjalan, tujuanku satu, rumahmu. Aku tidak mungkin menuruti pintamu, aku ingin kejelasan. Dua tahun kebersamaan kita, aku dan keakuanku, kamu dan kemanjaanmu, kita dan semua impian ini mengawang di pelupuk mata. Windi, apa yang membuat hatiku gundah seperti ini. Langkahku gontai, mata berat, … Lanjutkan membaca Jodoh.. #3

Jodoh.. #2

"Jemput!" Singkat saja isi pesanmu, getar ponsel membuatku mengalihkan perhatian dari obrolan kami sore itu. Perlu waktu beberapa menit untuk mencerna satu kata ini. Kenapa kau minta aku menjemput, mungkinkah hanya salah kirim, dan kenapa sekarang? Kemana saja engkau selama ini? Apa kabarnya pria itu? "Kenapa Riz? Pesan dari siapa?" tanya Dimas. "Dari Windi... minta … Lanjutkan membaca Jodoh.. #2