Tempat makan nostalgia

Hari Minggu serunya ngobrolin soal makanan enak ya. Apalagi Bandung diguyur hujan deras dari tadi siang, makan mie baso super pedas plus minuman hangat mantul pisan lah. Tapi saya sedang tidak ada bahan cerita soal baso enak kali ini. Hari Rabu kemarin, saya dan Paksu pulang bareng pakai motor seperti biasa. Melewati rute tengah kota … Lanjutkan membaca Tempat makan nostalgia

Iklan

Kitten..

Moniq induk si Moshi lahiran lagi, entah sudah keberapa kali. Program KB sudah jauh di mana, tak kelihatan pangkalnya, haha. Saya pernah tanya ke petshop langganan yang ada jasa dokter hewan, mereka bilang untuk kebiri kucing betina itu kisarannya Rp 500.000 ๐Ÿ˜, lumayan juga ternyata hehehe. Kali ini Moniq beranak 7 ekor. Dia dipaksa kawin … Lanjutkan membaca Kitten..

Seking.. Warga pinggir tol..

Ini penampakan biasa yang saya lihat jika saya turun di pinggir tol Pasir koja Bandung. Sebuah galeri, clothing line hehehe๐Ÿ˜…, sayang mungkin agak susah mendapatkan koleksi terbaru disini, karena sejujurnya ini adalah sebuah jemuran panjang dan tak bertuan, alias bebas asal PD, hehehe. Jujur saya tidak turun di gerbang tolnya, melainkan masih di jalan tol … Lanjutkan membaca Seking.. Warga pinggir tol..

Jadilah perempuan tangguh..

Dulu kami adalah pemeran tiga saudara dalam keluarga Cemara, versi kami. Secara umur kami terpaut kurang lebih sama seperti kisah itu. Beberapa hal juga mirip, seperti karakter Ara yang keras juga Agil yang ikut-ikutan dengan lucunya selalu bilang "Agil juga", eh masih ingat ceritanya kan? Saya sih tidak mirip Euis menyoal karakter, tapi mengemban tanggung … Lanjutkan membaca Jadilah perempuan tangguh..

Panggung sandiwara

Setelah sekian lama saya abai terhadap urusan penguasa, sekarang ini saya kembali sadar. Acara yang tidak seberapa sering saya tonton terus menggoda pikiran saat media mempertontonkan sebuah panggung sandiwara. Pemainnya beberapa tidak asing, tapi lebih banyak muka baru, mungkin masih debut. Apalagi episode debat kusir yang menampilkan seorang pengajar dengan bahasa multi tafsir itu. Saya … Lanjutkan membaca Panggung sandiwara

Jangan sepelekan kehamilan kedua…

Judulnya... ๐Ÿ˜ Kemarin pagi salah seorang rekan pria di kantor saya, meminta ijin pulang lebih awal karena akan memeriksakan kondisi kehamilan istrinya, anak kedua mereka. Mendengar kehamilan istrinya yang sudah lumayan besar, kami para buibu yang cukup [sok] berpengalaman langsung antusias. Jadilah pesan yang tadinya singkat jadi obrolan yang lumayan panjang, hehehe, emak-emak rumpi.. Kenapa … Lanjutkan membaca Jangan sepelekan kehamilan kedua…

Belum saatnya dia kawin..

Entah hari apa waktu itu, yang saya ingat adalah saya tidur awal malam itu, tapi kemudian di sela tidur ada suara gaduh yang mengusik keheningan malam. Saya tertidur di ruang tengah di depan televisi malam itu, begitu mata melek saya langsung mencari sumber suara. Sambil berusaha mengumpulkan kesadaran, lamat-lamat saya menyadari ada pemandangan aneh di … Lanjutkan membaca Belum saatnya dia kawin..