Cangkang

Hari ini aku butuh cangkang baru, yang cukup besar menampung tubuhku yang makin besar. Aku butuh cangkang baru untuk bersembunyi, sedalam mungkin, tertutupi seaman mungkin. Aku harus mencari secepatnya, sebelum yang lainnya mendahului. Aku butuh. Setelah nanti kudapat, aku akan menghilang. Jangan mencari, jangan kehilangan. Ah entah siapa yang akan.. Aku cukup sesekali melihat cahaya, … Lanjutkan membaca Cangkang

Iklan

Semangat demokrasi..

Jadi pukul 22:14 saat saya mulai mengetik ini, saya masih dalam perjalanan pulang ke rumah. Malam sekali memang. Saya harus lembur, untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. Saya pulang sendiri, naik angkot ke arah pinggir tol Pasir Koja. Di tol nanti, pulang menggunakan elf seperti biasa, sampai Cileunyi. Di Cileunyi, Paksu sudah standby dari siang, kebetulan beliau … Lanjutkan membaca Semangat demokrasi..

Majalah..

Ini murni sebuah pos untuk memenuhi panggilan menulis satu minggu satu cerita, dan tema awal bulan ini adalah Majalah. Kenapa di awal pos ini saya terlihat tidak terlalu bersemangat? Karena memang demikian, saya seperti seorang koki yang tetiba kehilangan sensitivitas di area indera pengecap nya. Buntu, mati rasa. Kalau saya mati gaya. Begitu malas untuk … Lanjutkan membaca Majalah..

Siapakah orang yang paling sering kamu dustai? Siapakah orang yang paling sering kamu sakiti? Siapakah orang yang paling sering kamu berprasangka terhadapnya? 3 pertanyaan ini terus mengusik pikiran. Dari sekian banyak orang dalam hidup kita, apakah kemudian jawaban dari ketiga pertanyaan di atas adalah orang terdekat kita? Cobalah menjawabnya dengan penuh pikir, dan dari hati … Lanjutkan membaca

Panggung sandiwara

Setelah sekian lama saya abai terhadap urusan penguasa, sekarang ini saya kembali sadar. Acara yang tidak seberapa sering saya tonton terus menggoda pikiran saat media mempertontonkan sebuah panggung sandiwara. Pemainnya beberapa tidak asing, tapi lebih banyak muka baru, mungkin masih debut. Apalagi episode debat kusir yang menampilkan seorang pengajar dengan bahasa multi tafsir itu. Saya … Lanjutkan membaca Panggung sandiwara

Belum saatnya dia kawin..

Entah hari apa waktu itu, yang saya ingat adalah saya tidur awal malam itu, tapi kemudian di sela tidur ada suara gaduh yang mengusik keheningan malam. Saya tertidur di ruang tengah di depan televisi malam itu, begitu mata melek saya langsung mencari sumber suara. Sambil berusaha mengumpulkan kesadaran, lamat-lamat saya menyadari ada pemandangan aneh di … Lanjutkan membaca Belum saatnya dia kawin..

Pedas gila.. Huuh lada πŸ˜‹

Jadi ceritanya seorang rekan di kantor tidak percaya dengan kebiasaan makan saya yang tanpa nasi. Menghilangkan nasi dari menu makan sehari-hari itu hampir tidak mungkin bagi olang indonesa. Ya masih hampir, bukannya mustahil. Saya mencoba. Nah Sabtu kemarin menu makan siang di kantor adalah ayam geprek. Menu kekinian, ayam tepung di beri sambel dengan pilihan … Lanjutkan membaca Pedas gila.. Huuh lada πŸ˜‹

Unyu unyu

Tulisan saya ga pernah jadi lebih bagus meski saya menulis menggunakan pulpen unyu ungu itu. Ga ikutan cute gitu πŸ˜„. Udah dari sananya. Padahal tulisan Ibunda cantik luar biasa, seperti tulisan di ijazah dulu, indah di pandang mata. Tulisan Ayahanda pun tidak pula jelek. Jadi faktor keturunan kah? Atau pengaruh karakter kah? Seingat saya waktu … Lanjutkan membaca Unyu unyu