Merayakan hari raya Idul Fitri itu, yang paling utama adalah mudik. Pilihannya ke Pandai Sikek tempat Ibunda atau Yogyakarta tempat ayah mertua. Tahun ini kami sudah persiapan dari jauh hari, Ibunda yang dituju. Bandung bukan pilihan, kecuali keterpaksaan 😁, karena lebaran di Bandung itu super sepi, apalagi di rumah, yang bertahan tetap di sana paling hanya beberapa keluarga. Jadinya lebaran sehari sisanya liburan.

Lebaran di rumah ibunda ya hampir selalu sama setiap tahunnya. Pagi sekali siap-siap untuk sholat Ied di masjid. Belum sekalipun saya sholat Ied di lapangan, karena entah kenapa setiap lebaran cuaca selalu jadi penghalang. Dari hari pertama datang pun, tiada hari tanpa hujan. Sholat Ied disini lamaaaa. Hehehe. Jam 7an sudah harus ke mesjid, agar kebagian tempat di dalam masjid. Jam setengah 8 barulah panitia mulai buka suara. Biasanya sambutan, lalu laporan keuangan masjid setahun, perkembangan, lalu ngiderin kotak infak 5 putaran, quick count hasil perolehan. Semua itu selesai kira-kira jam setengah 9. Barulah mulai sholat dan selesai jam 9 lebih. Sholat Ied plus khotbah nya tidaklah lama, tapi keseluruhan prosesnya lah yang lama. Waktu mudik 2 tahun yang lalu, Ibunda wanti-wanti sekali kepada Paksu yang berniat mengajak kedua bocah ikut sholat Ied, Ibunda khawatir mereka akan bosan dan berulah di masjid πŸ™ˆ. Untungnya keduanya bisa diam dan menahan diri, hehehe. Karena inilah, setiap lebaran Idul Fitri atau Idul Adha di Bandung atau Yogyakarta, jika saya ingin telpon ke Ibunda harus menunggu jam 10 pagi dulu, biar pas waktunya hehehe.

Selesai sholat Id, kami biasanya langsung ke rumah nenek (alm), dekat dari masjid, tapi sekarang yang menyambut adalah etek (tek Yet) alias bibi adiknya ibunda, biasanya nyicipin kue lebaran juga masakan nenek, sekarang ya ganti tek Yet. Jadi kangen masakan nenek 😳. Biasanya kami berempat bersaudara akan disuapi oleh tangan hangatnya 😭.

Lucunya maaf-maafan dengan Paksu dan anak-anak malah di rumah tek Yet, bukan di rumah sendiri hehehe. Kami tidak biasa sungkeman atau salaman isak tangis, kami sudah saling memaafkan dari hati πŸ˜‚.

Masakan yang wajib ada di rumah adalah ketupat gulai buncis atau gulai tauco, ini menu utama bagi anggota keluarga. Kalau menu untuk tamu ya beda lagi. Rendang, gulai ayam, telor balado, ikan rayo balado, dendeng balado, ayam balado, semuanya pedas 😁. Pokoknya delicioso, numero uno lah 😍.

Hari pertama setelah beberapa tamu datang ke rumah, kami sekeluarga akan mengunjungi rumah keluarga Ayahanda (alm) di Padang panjang. Dulu titik kumpul adalah rumah nenek, tapi setelah nenek meninggal kami pindah haluan ke rumah kakak tertua Ayahanda, rumahnya Pak Uwo. Lanjut berkunjung ke beberapa rumah saudara di kota yang sama.

Rumah kami selalu kebagian hari kedua untuk dikunjungi. Tahun ini anak Ibunda yang pulang mudik hanya saya dan keluarga plus si bungsu Adinda. Jadi saatnya keluarga besar datang ya bagi-bagi tugasnya hanya saya dan si bungsu. Keluarga saya itu luar biasa deh jumlahnya, lebaran rasa kendurian hehehe.

Tuh liat sendiri di foto kan, yang bikin repotnya karena letak dapur dan ruang tengah itu beda lantai. Jadi untuk menyuguhkan makanan sebanyak itu saya harus berapa kali naik turun tangga, begitu juga saat selesai makan dan membereskan semuanya. Betis adek gempor πŸ˜†.

Masih banyak cerita dari keseruan persiapan mudik, perjalanan, puasa di kampung, hari raya, lebaran, kunjung mengunjungi, juga liburan. Yang pasti karena begitu banyaknya orang Minang yang merantau sehingga pemudik setiap tahunnya juga luar biasa. Padang, Padang panjang, Bukit tinggi, Payakumbuh jadi langganan macet tahunan, hehehe.


Kelamaan saya ga pos sebuah tulisan bahkan yang paling sederhana, membuat nomor anggota di 1M1C jadi kuning dan saya terancam di depak 😁. Jadi setor dulu deh. #minggutema #perayaan #1M1C

Iklan

6 tanggapan untuk “Hari rayo…

    1. Maaf lahir dan batin Kang.
      Waah jam 7 ya, di sini jam stgh 7 aja kaya jam 5 disana, masih gelap 😁
      1m1c itu komunitas satu minggu satu cerita Kang 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s