Allahu akbar allahu akbar..

Tiba-tiba, barusan saja ada kumandang adzan dari dalam rumah. Hmm si Babang. Jarang-jarang mendengar dia adzan. Ingin mempercepat waktu berbuka sepertinya, hehehe. Maklum bangun dari tidur siang yang lebih awal membuat waktu menunggu Magrib dirasa lebih panjang dan lama πŸ˜….

Yang sabar ya Bang.. 😘

Menghitung waktu. “Hmm baru jam 3, asa lama ih ma”. Baru saja dia absen lagi, baru jam 4. Sementara si Dede tepar, tidur sore, padahal tadi pagi menjelang siang tidur juga hehehe. Dede yang berumur 5 tahun, alhamdulillah kuat menjalani puasa perdananya tahun ini, sementara Babang sudah tahun kedua. Masing-masing bolong sekali puasanya. Dede hari pertama, sambil menangis meminta untuk buka lebih awal.

Babang bolong di tengah bulan. Siang saat kerja saya ditelepon Ummi bahwa Babang menangis minta batal kala itu. Saya tentu memberi izin. Ummi memang membiasakan memberi kabar jika anak-anak bermaksud membatalkan puasanya. Tidak langsung membolehkan, termasuk oleh Teteh, beberapa kali Dede minta susu atau minum pasti dia mengalihkan, meskipun dia memanjakan Dede tapi tidak ingin melangkahi dalam mengambil keputusan. Biasanya Dede berhenti meminta setelah tidur siang.

Bahkan Bunda-bunda di sekolah mengasihani mereka yang berpuasa full, bahkan nyaris tanpa bolong. Tak apa jika tidak full sampai Magrib, tapi bagi saya selama mereka mampu dan tidak protes lalu kenapa harus setengah hari. Alhamdulillah anak-anak bisa diberi pengertian, juga saling menyemangati, menjalani sama-sama lebih menguatkan mereka. Tapi ya saat libur sekarang saya baru menyadari betapa kurusnya mereka berdua. Tulang rusuk dan punggung begitu nyata saat memandikan mereka. Tapi tidak apa sepanjang mereka sehat, toh puasa adalah amalan yang wajib diajarkan kepada mereka.

Satu lagi mereka sepertinya terlalu lelah untuk beraktivitas ekstra. Paling banyak buang energi ya saat sekolah, pulangnya langsung tidur siang. Saat liburan seperti ini malah tidak keluar rumah sama sekali. Cuaca panas juga menghindari rasa haus setelah berlarian. Main berdua, nonton, tidur, main, nonton semua dalam rumah.

Semoga mereka kuat sampai hari terakhir, terutama saat dalam perjalanan mudik yang insya allah baru malam ini dimulai.


Senang rasanya bisa kembali ke ‘rumah’ yang satu ini. Banyak cerita yang terlewat, banyak pos yang hanya jadi angan, semoga saya bisa kembali semangat menulis, setelah masa kesibukan-rehat-gundah-malas ini berlalu. Karena dalam masa itu jangankan mengetik, melirik aplikasi satu ini pun hanya setengah hati. Afwan.

Selamat mudik bagi yang menjalankan, semoga lancar, aman dan selamat sampai di tujuan kawan. Doakan saya dan keluarga juga ya

Adios amigos permios..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s