Jadi pukul 22:14 saat saya mulai mengetik ini, saya masih dalam perjalanan pulang ke rumah. Malam sekali memang. Saya harus lembur, untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. Saya pulang sendiri, naik angkot ke arah pinggir tol Pasir Koja. Di tol nanti, pulang menggunakan elf seperti biasa, sampai Cileunyi.

Di Cileunyi, Paksu sudah standby dari siang, kebetulan beliau sedang jadwal ke dokter bedah mulut, hendak kontrol. Antrian yang panjang membuat beliau tertahan lama di rumah sakit AMC Cileunyi. Jadi kira-kira pas waktu saya sampai, Paksu pun selesai urusan di RS.

Tapi kenyataan berkata lain, di pinggir tol sudah ramai pemudik berjejal menunggu bis atau angkutan ke daerah masing-masing. Bukan akhir minggu, tapi karena besok adalah hari besar. Mereka menyempatkan diri pulang sehari untuk turut meramaikan pesta demokrasi. Dan imbasnya, angkutan jadi sarat penumpang, berdesakan dan tarif naik. Harga tuslah pemilu.

Kami, saya dan beberapa kawan, juga para penumpang jurusan tanggung jadi dinomorduakan, angkutan lebih memilih penumpang jarak jauh, bayarannya lebih. Jika memaksa naik, kami akan dikenakan tarif terjauh, yang nilainya bahkan 3 kali lipat tarif biasa.

Akhirnya kami menunggu angkutan karyawan yang sering memberi tumpangan, karena searah dengan pabriknya. Cukup lama menunggu, akhirnya angkutan datang, dan bergegas kami naik.

Macet parah.

Ati-ati milih-milih Presiden
Salah milih urang ditindih
Ati-ati milih-milih Presiden
Salah ngadukung rakyat nu begug

Radio memutarkan lagu Doel Sumbang ini. Dilanjutkan tembang berbahasa Jawa, menemani perjalanan kami.

Saat saya turun di Cileunyi, sudah pukul 20:46. Penumpang lainnya juga satu kawan masih harus melanjutkan perjalanan pulang dalam arus macet karena banjir. Mereka yang memaksakan diri untuk pulang mudik dan nyoblos mungkin tidak ada gambaran akan dihadang macet dan banjir seperti ini. Entah sampai jam berapa di tempat tujuan nanti.

Untuk kawan-kawan semua terutama kalian yang sengaja jauh-jauh untuk ikut pemilu, pilihlah dengan bijak ya, jangan biarkan usaha kalian sia-sia. Hati-hati seperti lirik lagu tadi. Semoga pemimpin atau wakil yang terpilih tidak melupakan janjinya, amanat, dan mengayomi rakyat. Ingat mereka itu dipilih oleh rakyat, dan secara struktural juga sosial kemanusiaan, rakyat adalah penguasa dan pimpinan mereka.


Paksu sendiri sudah lebih dahulu selesai urusan di rumah sakit. Sehingga begitu turun angkutan, saya langsung bergegas menghampiri dan bersiap pulang. Badan lelah dan mata pun mulai mengantuk.

Adios amigos Hoooaammm 💤

2 tanggapan untuk “Semangat demokrasi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s