Mata duitaan..

"Pah pah itu ada duit" celetuk si Babang sambil tangannya menunjuk ke sembarang tempat. Sontak Paksu mengalihkan pandang ke arah yang ditunjuk. "Dasar mata duitaaan" 🎢 soraknya dengan irama tertentu meledek bapaknya. Ahahaha kami berempat (saya, Umi, Babang juga Dd) lantas ikut menertawakan ekspresi Paksu yang kecele tidak mendapati uang juga bingung malu karena tertipu … Lanjutkan membaca Mata duitaan..

Reparasi hati.. Eaa

Sebuah bangunan, yang dibangun dengan megah ataupun sederhana, butuh perawatan, karena akan ada penurunan kualitas jika menyerahkan segalanya pada sang waktu. Cat yang memudar dan mengelupas, serangan rayap, retakan juga rembesan pada dinding, atap yang bocor, dan lainnya. "Bochor bochor..." ingat iklan ini kan? Padahal itu rumah yang cukup besar, bahkan si empunya berlidah bule, … Lanjutkan membaca Reparasi hati.. Eaa

Apa iya?

Adios kawan. Ini cuma postingan kurang penting, dari pikiran yang melintas iseng, diketik tengah malam, sambil menunggu jatah air yang tak kunjung datang. Saya pernah dengar quote "kepo is care" yang dulu terasa ada benarnya, tapi belakangan setelah dipikir matang, kok ya terdengar klise dan hanya pembenaran dari si kepoers. Ini mengenai kaum milenial yang … Lanjutkan membaca Apa iya?

Rutinitas..

1 hari normal 1 hari PM 1 hari normal 1 hari TM atau MP 1 hari bolos 2 LBR Begitu terus. Bukankah masalah selalu datang dan pergi. Badai datang dan menyapa, tapi badai tidak pernah menginap, hanya berlalu membawa semua. Lalu apakah kita termasuk orang yang bertahan melaluinya, oh bukan dilaluinya. Atau kita ikut tersapu? … Lanjutkan membaca Rutinitas..

A reminder

Lama sekali. 12 tahun itu waktu yang panjang. 12 tahun lalu itu saya sudah memasuki tahun terakhir bangku kuliah. Haha ngitung ya, saya ini setua apa jika dibandingkan kawan-kawan πŸ˜…. Yaah intinya saat ini saya di usia cukup matang, sejalan dengan kematangan berpikir pula, seharusnya. Kenyataan kadang membuat semangat utopis memudar. Banyaknya berpikir kadang berakhir … Lanjutkan membaca A reminder

Bapak OB..

Jika kawan bertemu dengan seorang yang lebih rendah (kemampuan juga martabatnya) apakah kemudian kawan dengan atau tanpa sadar bersikap merendahkan? Tatapan, pilihan kata, cara dan nada bicara, mimik muka, bahkan prasangka kita cenderung merendahkan. Kecenderungan yang biasa. Hampir semua seperti itu bukan. Saya pribadi bukan orang yang lebih baik dalam bersikap. Tapi tidak sampai merendahkan … Lanjutkan membaca Bapak OB..

Kawan

Bos saya, direktur tepatnya, hampir setiap harinya menyempatkan diri menelepon seorang kawan karibnya. Bos saya pria, kawannya juga hanya lebih tua, ia seorang pelanggan di perusahaan kami. Saya tahu betul karena sebelumnya saya pernah di posisi jabatan yang membuat saya mengenali masing-masing bos pelanggan perusahaan kami. Mereka akrab sekali. Melebihi hangatnya percakapan dengan kakak laki-lakinya … Lanjutkan membaca Kawan

Hari rayo…

Merayakan hari raya Idul Fitri itu, yang paling utama adalah mudik. Pilihannya ke Pandai Sikek tempat Ibunda atau Yogyakarta tempat ayah mertua. Tahun ini kami sudah persiapan dari jauh hari, Ibunda yang dituju. Bandung bukan pilihan, kecuali keterpaksaan 😁, karena lebaran di Bandung itu super sepi, apalagi di rumah, yang bertahan tetap di sana paling … Lanjutkan membaca Hari rayo…